TABEL1 PERKEMBANGAN PENUMPANG KERETA ARGO PARAHYANGAN TAHUN 2010 -2013 Tempat Duduk Tingkat Okupansi Tahun Tersedi % Terisi a 2010 652,498 592,434 90.79% 2011 617,454 436,249 70.65% 2012 582,400 441,930 75.88% 2013 644,106 439,003 68.16% Sumber: PT. KAI DAOP 2, Bandung, 2014 Dari tabel 1 diatas menunjukkan jumlah penumpang Kereta Api Argo Jadwalperjalanan Kereta Priority Argo Parahyangan: 1. Bandung- Gambir: a. KA 47A Berangkat dari Bandung pukul 18.20, tiba di Gambir pukul 21.15 dengan tanggal perjalanan: 2, 9, 17 ,23 dan 30 Agustus 2020. b. KA 37A berangkat dari Bandung pukul 05.25, tiba di Gambir pukul 08.20 dengan tanggal perjalanan: 3 - 31 Agustus 2020. Ketikakembali dari Bandung menuju Jakarta tuk bekerja. Kereta Argo Parahyangan yang saya tumpangi dari Stasiun Cimahi perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, suasana Jatinegara penuh sesak seperti biasa. Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu 4Cara Memilih Tempat Duduk di Kereta Ekonomi Argo Parahyangan. PELANGIQQ LOUNGE - Kereta Api Argo Parahyangan merupakan salah satu moda transportasi umum yang melayani rute Jakarta-Bandung PP sejak tahun 2010. Kereta ini memiliki beberapa jenis kereta dan kelas. Kaargo parahyangan tambahan ini semua gerbongnya adalah kelas eksekutif. Dan kelas eksekutif yang masih dalam kereta lama. KA Argo Parahyangan Priority 24P Jakarta Gambir to Bandung by Priority . Empat hari sebelum kepulangan, saya juga menaiki kereta yang sama. Argo Parahyangan 24 Eksekutif. Jika anda tak masalah duduk menghadap depan atau MYVe. Kereta Api Argo Parahyangan merupakan salah satu moda transportasi umum yang melayani rute Jakarta-Bandung PP sejak tahun 2010. Kereta ini memiliki beberapa jenis kereta dan kelas. Di antaranya Argo Parahyangan Biasa, Argo Parahyangan Priority, Argo Parahyangan Premium, Argo Parahyangan Excellence, dan Argo Parahyangan Luxury. Empat nama awal melayani kelas eksekutif dan ekonomi. Kelas ekonomi menjadi salah satu yang diminati penumpang, karena harganya lebih murah dari eksekutif. Apalagi kereta Argo Parahyangan Excellence memiliki waktu tempuh 2 jam 50 menit, lebih singkat 25 menit dari kereta Argo Parahyangan lainnya. Kalau kamu ada rencana jalan-jalan dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, berikut cara memilih tempat duduk di kereta ekonomi Argo Parahyangan sesuai dengan kebutuhanmu. Simak baik-baik, ya!1. Kursi dekat jendelaKereta api Argo Parahyangan kelas ekonomi memiliki konfigurasi sama dengan eksekutif, yakni 2-2. Kalau kamu suka duduk di samping jendela, pilih kursi dengan kode huruf A dan D. Kamu bisa menyaksikan berbagai macam pemandangan yang cantik, terutama ketika melalui wilayah perbukitan. Foto atau video yang diambil dari jendela kereta juga bakal Instragramable Kursi dekat lorongKetika pergi sendirian, kamu harus memperhatikan beberapa trik agar nyaman. Nyaman di sini tidak hanya untuk kamu, tetapi juga orang yang akan duduk di sebelahmu. Terutama jika kamu sering pergi ke toilet, sebaiknya pilih kursi dekat lorong aisle dengan kode huruf B dan C. Mengingat jarak antara kursimu dengan kursi depan tidak terlalu lebar, pemilihan kursi di dekat lorong tidak akan membuat orang yang duduk di sebelahmu terganggu ketika kamu hendak ke toilet. Sama-sama nyaman, Kursi tengah saling berhadapanKalau kamu pergi rombongan dengan sahabat atau keluarga dan ingin duduk berdekatan, bahkan saling berhadapan, kamu bisa memilih nomor kursi 10A, 10B, 11A, 11B atau 10C, 10D, 11C, 11D untuk kereta api Argo Parahyangan Excellence dan Premium. Kursi-kursi tersebut berada di bagian paling tengah dan saling berhadapan. Ruang untuk kaki pun lebih luas sehingga kamu lebih nyaman bergerak. Ditambah lagi kalau kamu membawa barang agak banyak, maka ada ruang yang cukup untuk meletakkan barang-barang Kursi di ujung lorongKalau tidak suka duduk di bagian tengah dan ingin cepat keluar ketika sampai di tujuan, maka kamu bisa memilih kursi bagian ujung nomor 1-2 ABCD dan 19-20 ABCD. Kursi-kursi ini pun dekat dengan toilet, pintu keluar, dan ada ruang yang agak lapang untuk kaki atau meletakkan barang. Namun, karena dekat dengan pintu keluar, akan banyak orang berlalu-lalang, baik untuk pergi ke toilet, pindah ke gerbong lain, dan para petugas yang sedang memantau keadaan atau menjajakan makanan. Kamu bisa mempertimbangkan hal ini sesuai kebutuhan, ya!Itu dia cara memilih tempat duduk di kereta ekonomi Argo Parahyangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan aturan terbaru naik kereta api dan menjaga protokol kesehatan selama perjalanan, ya! Di tahun 2019, saya sendirian ke Bandung dengan KA Argo Parahyangan. Tahun 2022 ini, saya mengajak mama yang sudah berusia 84 tahun untuk ikut Bandung. Teman mengomentari kalau saya nekat bener mengajak orangtua ke Bandung di akhir pekan. Mengingat Bandung sekarang sama ramainya seperti sebelum Covid. Akhirnya saya memutuskan untuk cuti hari Kamis hingga Jumat. Jadi, lumayan lah pas di hari-hari kerja dan pulang di hari Sabtu balik ke Jakarta. Yang jadi persoalan tentunya buat saya karena jarang banget traveling, apa ada lift ya di stasiun Gambir sama Stasiun Bandung? Saya iseng email ke CS KAI menanyakan hal ini. Jawaban dari mereka bisa langsung meminta tolong pada petugas yang ada di tempat. Wah, jawabannya menggantung ya... Tapi, first thing first, mari pesan tiket perjalanan terlebih saya, kita bisa memilih tempat duduk yang diinginkan di dalam kereta. Tapi saat itu saya telah memesan tiket dengan rentang waktu yang lumayan jauh. Kali ini, tiket baru saya pesan kurang lebih seminggu sebelum tanggal keberangkatan. Sebenarnya bisa memilih mau duduk di mana, selama masih ada ketersediaan. Seperti pas saya pesan, kursi telah banyak terisi oleh penumpang lain. Jadi, terima pasrah saja. Tapi, saya mau tetap bikin catatan kecil nih, seandainya di lain waktu ada kesempatan pergi ke Bandung lagi. Catatan ini jadi rangkaian dari yang berikutPergi sendirianKamu tipe yang maunya foto-foto pemandangan dari jendela kereta api atau justru lebih memilih tempat duduk yang tidak dekat jendela? Tempat duduk yang dekat dengan jendela adalah bagian A & D. Jika kamu lebih suka dekat jendela, maka tempat duduk dengan pemandangan yang okeBerangkat dari Jakarta menuju Bandung; pilih tempat duduk bagian dari Bandung menuju Jakarta; pilih tempat duduk bagian jelas lebih memilih duduk dekat jendela, karena lokasi electric plugs ada di dekat dengan manula dan bawa kursi perjalanan sebelumnya, saya mencoba juga beli tiket untuk kelas ekonomi. Dan buat saya sih kurang nyaman. lutut mentok sama kursi yang di depan. Kalau duduk dekat jendela, alamat yang di sebelah harus berdiri dulu sebelum kita bisa keluar mau ke restroom misalnya. Karena saya pergi sama ibu yang sudah sepuh, saya memilih kelas Eksekutif. Hanya beda sedikit dengan kelas ekonomi, tidak sampai Rp lah. Keuntungannya, jarak antara tempat duduk yang kita tempati dengan seat yang berada di depan kita itu lebih luas. Ya, gak luas-luas amat, tapi termasuk yang membuat nyaman. Mengingat durasi perjalanan yang memakan waktu kurang lebih sekitar 3 jam. Saya sempat ragu apakah membawa kursi roda itu masuk dalam kategori barang masuk bagasi? Ada sih peraturan mengenai bagasi di sini untuk jelasnya. Jadi, saya kudu memastikan kursi roda yang saya bawa bisa dilipat sepanjang perjalanan, agar tidak mengganggu penumpang lain. Untuk keberangkatan saya mendapatkan tiket gerbong 1, seat 1A & 1BUntuk kembali ke Jakarta dari Bandung, saya mendapatkan tiket gerbong 1, seat 3C & you can see, not a best seat buat melihat-lihat pemandangan. Tapi, mari kita lewatkan saja bagian itu. GAMBIR - BANDUNG ETD belum tahu sebenarnya lokasi lift di sebelah mana, saya memutuskan berangkat lebih pagi. Jam saya sudah mencari-cari taksi dong lewat apps. Kami pun turun di area keberangkatan. Di area ini banyak banget tempat makan dan nongkrong antara lain Starbucks, Bakmi GM dan macem-macem deh. Berikut lokasinya KAI ACCESSBelajar dari pengalaman yang sebelumnya, saya pun install KAI ACCESS. Tiket yang sebelumnya sudah saya beli lewat aplikasi lain, bisa ditambahkan di aplikasi KAI ACCESS. Tiket yang aktif akan muncul di apps KAI ACCESS seperti ini Pada hari keberangkatan saya cetak e-ticket. Walau kata-katanya dicetak, tapi maksudnya tidak perlu dicetak dalam bentuk fisik. Dalam apps, akan ada barcode untuk discan petugas nanti. Click E-Boarding Pass yang akan tersedia pada saat 2 jam sebelum keberangkatan. Penampakan tiketnya seperti ini. Nanti barcode akan discan petugas sebelum kita bisa masuk ke area tunggu. Jangan lupa siapkan KTP masing-masing ya jika yang berangkat lebih dari 1 orang. Karena sekarang ini masih dalam situasi pandemik, pastikan juga kalian sudah mendapatkan vaksinasi booster. Tidak usah ribet cetak sertifikat vaksin, karena akan ketahuan saat petugas scan barcode tiket. Sambil menunggu tiket dan identitas diri dicek, saya sekalian bertanya, apakah ada lift? Ternyata ada, walau hanya 1 di area kedatangan. Tapi petugas langsung membantu mendorong kursi roda ibu saya hingga kami sampai di peron. Bapak petugas juga membantu cek ke rekan-rekannya, di area mana kami bisa menunggu agar tidak terlalu jauh dari gerbong keretanya. Satu-satunya lift di stasiun GambirKebetulan juga, menunggunya tidak terlalu jauh dari lift ini; yang ternyata hanya ada lift ini saja. Saat pulang nanti, kami juga menggunakan lift ini. Untuk naik kereta, menemukan tempat duduk, semuanya siap membantu. Mulai dari petugas kebersihan, porter, petugas keamanan sampai kru kereta api juga langsung turun tangan. Dan kami lega banget karena di belakang tempat duduk ada area untuk meletakkan kursi roda. Kekurangannya, jendelanya gelap ya, jadi susah mau foto pemandangan HALAH!. Kekurangan lain adalah kami terlalu jauh untuk ke restroom dalam gerbong yang sama. Namuuuun, kami dekat dengan restroom di gerbong belakang kami. Jadilah sebelum kereta melaju kami pun buru-buru menggunakan restroom. TIBA DI BANDUNGSampai di Bandung pun, ada petugas yang membantu ibu saya turun dari kereta dan membantu mendorong kursi roda. Tapi di sini kami ada kesalahan komunikasi. Karena saya tidak menyangka dijemput sama teman, saya hanya mendengar sambil lalu perkataan petugas kalau kami akan keluar dari pintu Selatan. Padahal saya foto loh, pas mau keluar, dan kami ini sebenarnya keluar dari pintu MAXX COFFEE - PINTU UTARA Stasiun BandungMenuju pintu keluar dari gerbang utara ini melewati antara lain MAXX COFFEE. Tapi karena sudah lega sampai di Bandung dengan selamat, saya tidak bertanya lebih lanjut. Travelator Stasiun BandungDan saya senaaang banget, di stasiun Bandung ini ada travelator. Jadi memudahkan bagi penumpang yang menggunakan kursi roda. Seorang teman juga sudah menginformasikan hal ini sih dan setelah melihat sendiri rasanya wow, salut deh sama Stasiun KAI Bandung. !Pintu Utara - bisa keluar dari sini, bisa masuk juga dari sini. Supaya jangan lupa di lain hari, saya sematkan juga deh di sini pintu utara Stasiun Bandung. PULANG dari BANDUNG ke JAKARTAKarena sudah yakin akan naik KA dari pintu Selatan, maka sekitar 1,5 jam sebelum waktu keberangkatan, saya dan mama pun menuju stasiun KAI Bandung. Jelas, sudah tidak perhatian lagi kalau nama jalannya pun St. Bandung lewat Pintu SelatanSaya baru sadar dong, kami masuk dari gerbang yang berbeda karena tipe-tipe penumpangnya lebih terlihat penduduk lokal daripada turis dadakan seperti saya. Dari barang bawaan terlihat lebih sedikit, seperti tas selempang atau ransel kecil. Sementara turis-turis lokal kayak saya banyak yang bawa koper. Lalu cara mereka lari-lari masuk ke peron, itu seperti kalau saya berusaha mengejar busway yang akan masuk ke terminal. Tapi sudah terlanjur, jadi on the spot saya langsung cetak e-boarding pass seperti waktu keberangkatan dan ikut mengantri bersama penumpang lain. Pas petugas scan tiket dan cek KTP, dia langsung memberi petunjuk, begitu lewat pemeriksaan langsung ke sebelah kanan. Tapi berbeda dengan saat kedatangan ketika banyak petugas yang jaga, kali ini tidak ada. Saya pun harus mendorong sendiri kursi roda mama hingga ke travelator. Makin senewen karena di belakang saya gedebak gedebug para penumpang yang berusaha agar tidak ketinggalan kereta. Dan mereka permisi untuk melewati saya, kebayang kan jalur travelator yang sudah penuh dengan kursi roda dan mereka berusaha agar bisa lewat? Rusuh lah pokoknya situasinya, mereka panik dan saya juga jadi senewen. Ya, memang kursi rodanya bisa dikunci posisinya, tapi bukan berarti gampang digeser ke kiri dan ke kanan. Karena posisi travelator ini kan sedang naik ke atas, bukan dalam keadaan rata yang aman damai sejahtera. Lalu ketika sudah hampir tiba di ujung travelator, saya melirik ke sebelah kanan. Ada cowok yang berdirinya mepet banget, sepertinya dia tengah bersiap untuk tancap gas menguber kereta. Saya langsung minta tolong untuk membantu mendorong kursi roda begitu tiba di ujung travelator. Begitu sampai, kami berdua mengerahkan tenaga mendorong kursi roda. Dan ketika saya menengok untuk mengucapkan terima kasih, cowok tersebut sudah kabur. Semoga dia tidak ketinggalan kereta gara-gara menolong saya dan mama ya...Setelah kehebohan tersebut, saya langsung bahagia banget begitu melihat ada petugas. Saya memperlihatkan tiket dan ia pun mengambil alih mendorong kursi roda. Kami diantarkan sampai masuk ke dalam gerbong KA Argo Parahyangan. Dan kami masih punya waktu 45 menit untuk bersantai. Dari tempat duduk 3C & D. Sayangnya kali ini tempat duduk kami terletak jauh dari restroom, padahal terletak di gerbong yang sama. Saya pun terpaksa menitipkan kursi roda pada penumpang di kursi 1C. Kami sendiri mendapatkan tempat duduk di 3C & 3D. Untungnya, bapak di kursi 1C tidak keberatan kami menitipkan padanya. Jadi, jika membawa kursi roda, memang paling aman mendapatkan tempat duduk paling belakang atau paling depan. Yang saya hapal yang paling depan no 1A & saat sampai di stasiun KeretaWalau barang bawaan tidak banyak, sebaiknya sewa saja porter. Mereka akan dengan senang hati memberi informasi, di mana area yang banyak tempat makan, musholla, mini market sampai kursi pijat. Karena tempat makan dan tentu saja oleh-oleh, lebih banyak berada di area keberangkatan. Sekalian juga menanyakan, di mana sebaiknya memanggil taksi. Jangan memanggil taksi di area keberangkatan ya. Kebanyakan mereka berada di area lain, di mana para penumpang baru saja tiba.

tempat duduk kereta argo parahyangan